Filsafat dan ilmu pengetahuan
Filsafat dan Ilmu pengetahuan
Filsafat adalah ratunya ilmu-ilmu , yang muncul tidak terlepas dari konteks kultural masyarakat dimana ia berkembang. Empat pendekatan filsafat, pendekatan tersebut adalah pendekatan definisi, sistematika, tokoh atau aliran dan sejarah. Melalu pendekatan definisi seseorang memahami perbedaan antara filsafat dengan ilmu teknologi dan teologi.
Ilmu pengetahuan: mengkaji sebatas gejala-gejala yang tampak dan berusaha menjelaskannya secara kaustalistik
Teologi: mengkaji semesta super-inderawi, semesta ketuhanan namun dalam batas-batas keimanan
Filsafat: upaya mencari atau memperoleh jawaban atas pertanyaan lewat penalaran sistematis yang kritis (tidak hanya pengkajian asumsi, dogmatis, tetapi terus bertanya untuk mencapai hakikatnya), radikal (mengkaji sampai ke akar-akarnya), dan refleksif.
Filsafat memiliki objek forma ( sudut pandang yang diambil dalam menganalisis objek). Filfat mempunyai 3 nilai yaitu pengetahuan, ada dan nilai. Wilayah pengetahuan terdapat 4 disiplin filsafat yaitu (epistomologi, filsafat ilmu pengetahuan, logika dan metodologi). Wilayah ada mempunyai 2 disiplin filsafat yaitu ( ontology dan metafisika). Wilayah nilai mempunyai 2 disiplin filsafat yaitu (etika dan estetika).
PENGETAHUAN DAN KEBENARAN
Dalam Encyclopedia of Philosophy, pengetahuan didefinisikan sebagai kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief).
Menurut Sidi Gazalba, pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan mengetahui. Mengetahui itu hasil kenal, sadar, insaf, mengerti, benar dan pandai.
Pengetahuan itu harus benar, kalau tidak benar maka bukan pengetahuan tetapi kekeliruan atau kontradiksi.
Pengetahuan merupakan hasil suatu proses atau pengalaman yang sadar. Pengetahuan (knowledge) merupakan terminology generic yang mencakup seluruh hal yang diketahui manusia. Dengan demikian pengetahuan adalah kemampuan manusia seperti perasaan, pikiran, pengalaman, pengamatan, dan intuisi yang mampu menangkap alam dan kehidupannya serta mengabstraksikannya untuk mencapai suatu tujuan.
Tujuan manusia mempunyai pengetahuan adalah:
1. Memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan hidup.
2. Mengembangkan arti kehidupan.
3. Mempertahankan kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri.
4. Mencapai tujuan hidup. Binatang pun mempunyai pengetahuan, tetapi hanya sekedar atau terbatas untuk melangsungkan hidup (tujuan survival).
Jenis Pengetahuan
Pengetahuan biasa (common sense) yang digunakan terutama untuk kehidupan sehari-hari, tanpa mengetahui seluk beluk yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Pengetahuan ilmiah atau Ilmu, adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara khusus, bukan hanya untuk digunakan saja tetapi ingin mengetahui lebih dalam dan luas mengetahui kebenarannya, tetapi masihberkisar pada pengalaman. Pengetahuan filsafat, adalah pengetahuan yang tidak mengenal batas, sehingga yang dicari adalah sebab-sebab yang paling dalam dan hakiki sampai diluar dan diatas pengalaman biasa. Pengetahuan agama, suatu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para Nabi dan Rosul-Nya. Pengetahuan ini bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama.
Sumber:
http://veronica.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/32912/Filsafat+dan+Etika.pdf
http://blogs.itb.ac.id/elisatihulu/files/2012/09/1-Filsafat-dan-Ilmu-Pengetahuan.pdf
Filsafat adalah ratunya ilmu-ilmu , yang muncul tidak terlepas dari konteks kultural masyarakat dimana ia berkembang. Empat pendekatan filsafat, pendekatan tersebut adalah pendekatan definisi, sistematika, tokoh atau aliran dan sejarah. Melalu pendekatan definisi seseorang memahami perbedaan antara filsafat dengan ilmu teknologi dan teologi.
Ilmu pengetahuan: mengkaji sebatas gejala-gejala yang tampak dan berusaha menjelaskannya secara kaustalistik
Teologi: mengkaji semesta super-inderawi, semesta ketuhanan namun dalam batas-batas keimanan
Filsafat: upaya mencari atau memperoleh jawaban atas pertanyaan lewat penalaran sistematis yang kritis (tidak hanya pengkajian asumsi, dogmatis, tetapi terus bertanya untuk mencapai hakikatnya), radikal (mengkaji sampai ke akar-akarnya), dan refleksif.
Filsafat memiliki objek forma ( sudut pandang yang diambil dalam menganalisis objek). Filfat mempunyai 3 nilai yaitu pengetahuan, ada dan nilai. Wilayah pengetahuan terdapat 4 disiplin filsafat yaitu (epistomologi, filsafat ilmu pengetahuan, logika dan metodologi). Wilayah ada mempunyai 2 disiplin filsafat yaitu ( ontology dan metafisika). Wilayah nilai mempunyai 2 disiplin filsafat yaitu (etika dan estetika).
PENGETAHUAN DAN KEBENARAN
Dalam Encyclopedia of Philosophy, pengetahuan didefinisikan sebagai kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief).
Menurut Sidi Gazalba, pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan mengetahui. Mengetahui itu hasil kenal, sadar, insaf, mengerti, benar dan pandai.
Pengetahuan itu harus benar, kalau tidak benar maka bukan pengetahuan tetapi kekeliruan atau kontradiksi.
Pengetahuan merupakan hasil suatu proses atau pengalaman yang sadar. Pengetahuan (knowledge) merupakan terminology generic yang mencakup seluruh hal yang diketahui manusia. Dengan demikian pengetahuan adalah kemampuan manusia seperti perasaan, pikiran, pengalaman, pengamatan, dan intuisi yang mampu menangkap alam dan kehidupannya serta mengabstraksikannya untuk mencapai suatu tujuan.
Tujuan manusia mempunyai pengetahuan adalah:
1. Memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan hidup.
2. Mengembangkan arti kehidupan.
3. Mempertahankan kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri.
4. Mencapai tujuan hidup. Binatang pun mempunyai pengetahuan, tetapi hanya sekedar atau terbatas untuk melangsungkan hidup (tujuan survival).
Jenis Pengetahuan
Pengetahuan biasa (common sense) yang digunakan terutama untuk kehidupan sehari-hari, tanpa mengetahui seluk beluk yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Pengetahuan ilmiah atau Ilmu, adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara khusus, bukan hanya untuk digunakan saja tetapi ingin mengetahui lebih dalam dan luas mengetahui kebenarannya, tetapi masihberkisar pada pengalaman. Pengetahuan filsafat, adalah pengetahuan yang tidak mengenal batas, sehingga yang dicari adalah sebab-sebab yang paling dalam dan hakiki sampai diluar dan diatas pengalaman biasa. Pengetahuan agama, suatu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para Nabi dan Rosul-Nya. Pengetahuan ini bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama.
Sumber:
http://veronica.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/32912/Filsafat+dan+Etika.pdf
http://blogs.itb.ac.id/elisatihulu/files/2012/09/1-Filsafat-dan-Ilmu-Pengetahuan.pdf
Komentar
Posting Komentar