bab 2 dan 3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang.
Dimasa
sekarang ini Penduduk, Masyarakat, dan kebudayaan sangat melekat pada setiap
manusia yang hidup di dunia ini. Setiap manusia yang hidup tidak pernah bisa
hidup sendiri maksud dari kata tersebut adalah bahwa manusia harus bersosial
dengan makhluk hidup lainnya. Begitu pula dengan kebudayaan yang ada dalam
setiap perkembangan hidup seseorang, terlebih lagi di Indonesia sendiri
terdapat beberapa kebudayaan yang berbeda dari setiap daerahnya yang mempunyai
arti yang berbeda-beda pula, dan dalam perkembangannya bahwa kebudayaan juga
bisa menumbuhkan karakter tersendiri
pada setiap orang. Pada saat ini
banyak sekali pertumbuhan penduduk, kebudayaan dan kepribadian dari masyarakat
yang sangat menyimpang , yang disebabkan adanya kebudayaan yang berasal dari
barat contohnya adalah pada kenyataannya masyarakat kurang menghargai dan
menjaga budaya yang ada di Indonesia dari turun temurun.
1.2 Rumusan
Masalah
a. Apa yang
dimaksud dengan pertumbuhan penduduk?
b. Apa yang
diamksud dengan Kebudayaan dan kepribadian?
c. Apa yang
dimaksud dengan kebudayaan barat?
1.3 Tujuan
masalah
a..Memberikan
Informasi kepada masyarakat bagaimana pesatnya pertumbuhan penduduk pada saat
ini.
b. Mengetahui
faktor- faktor yang terjadi pada pertumbukan penduduk.
d. Memberikan
Informasi dengan menjelaskan apa itu Kebudayaan dan Kepribadian dalam
kehidupan.
e. Memberikan
Informasi dengan menjelaskan apa itu pertumbuhan penduduk.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Pengertian pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah
perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan
dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu
unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada
semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara
informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Model pertumbuhan penduduk meliputi Model Pertumbuhan
Malthusian dan model logistik.
2.2 Nilai pertumbuhan penduduk
Dalam
demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk
(NPP) adalah nilai
kecil dimana jumlah
individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan
populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam populasi ketika
dimulainya periode.Cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk
adalah rasio, bukan nilai.
Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi
ketika dimulainya periode. Yang merupakan:
2.3 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk Di Indonesia
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya.Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas), kematian
(mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi).Kelahiran dan kematian
dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non
alami.Migrasi ada dua yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut
migrasi masuk (imigrasi), dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi
keluar (emigrasi). Sebelum kita membahas perkembangan jumlah penduduk
Indonesia, terlebih dahulu perhatikanlah tabel di bawah ini.Faktor penyebab
utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama
kemajuan di bidang kesehatan.Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat
diatur dan kematian dapat dicegah. Ini semua mengakibatkan menurunnya angka
kematian secara drastis atau mencolok.Sesuai dengan tingkat kemajuan dibidang
ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-tiap masyarakat atau negara,
pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu:
- Periode I
Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut periode statis. - Periode II
Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi makanan dan kesehatan. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat mengingat angka kelahiran yang masih tinggi. - Periode III
Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun. Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan angka kelahiran menurun, penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah anggota keluarga. - Periode IV
Pada masa ini tingkat kematian stabil, tetapi tingkat kelahiran menurun secara perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah. Periode ini di sebut periode penduduk stasioner.
Dari
empat periode di atas, pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode kedua
dan sekarang sedang menuju periode ketiga.
2.4
Pengertian kebudayaan
Aristoteles
mengatakan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk monodualisme. Artinya,
setiap manusia memiliki dua naluri pokok yang bertentangan. Yang pertama adalah
keinginan untuk berhubungan dengan Khaliknya (sebagai makhluk individu), dan
yang kedua adalah keinginan untuk berhubungan dengan individu lain dalam
konteks masyarakat (sebagai makhluk sosial). Begitu juga dengan kebudayaan dan masyarakat adalah dua
hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan nyata yang selamanya merupakan
dwi tunggal, yang mana tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan tidak ada
kebudayaan tanpa masyarakat. Dapat dilihat bahwa kebudayaan itu
adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pentingnya
kebudayaan tersebut dapat disimpulkan dari pendapat dua antropolog yatu Melvile
J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski yang mengemukakan pengertian Cultural Determinism yang berarti bahwa
segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan
yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Selanjutnya, kebudayaan dipandang
sebagai sesuatu yang super organik, karena kebudayaan itu tetap ada secara
turun temurun dari generasi ke generasi yang seterusnya tetap terus hidup
walaupun anggota masyarakatnya telah berganti karena kematian ataupun
kelahiran.Secara etimologi, kata kebudayaan berasal dari kata sangsekerta buddayah
yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal, dengan kata lain kebudayaan
diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Seorang antropolog,
yaitu E.B. Tylor dalam tahun 1871 mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut
“Kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat-istiadat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan
yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain,
pengertian kebudayaan mencangkup sesuatu yang didapatkan oleh manusia sebagai
anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari
pola-pola perilaku yang normatif, yang mencangkup segala cara-cara atau
pola-pola berfikir, merasakan, dan bertindak. Kebudayaan tersebut dimiliki oleh
setiap masyarakat, bedanya hanyalah bahwa kebudayaan masyarakat yang satu lebih
sempurna daripada kebudayaan masyarakat yang lain dalam perkembangannya untuk
memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya.
2.5
Kepribadian
Pengertian Kepribadian Secara Umum
Seorang tersusun atas dasar
fatalitas jasmani dan rohania, di samping ada faktor temperamen, karakter,dan
bakat fitalitas jasmani seseorang bergantung pada konstruksi tubuhnya yang
terpengaruh oleh factor-faktor hereditas sehingga keaadaanya dapat di katakan
tetap atau konstan dan merupakan daya hidup yang sifatnya jasmanias.
2.6 Pengertian kebudayaan barat
Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai macam cara diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnyamurni /asli dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang mengikuti ajarannya. Kebudayaan Barat tak bisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan barat yang di tulis sebagai westernculture. Westernculture diakui oleh negara belahan dunia manapun sebagai kultur yangberada di Eropa barat bukan Amerika, bukan Australia, dan bukan Negara Eropa Timur atau Selatan. Namun seiring perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya barat dan timur. Mungkin karena perbedaanras,Agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan negara, sehingga muncul istilah tersebut. Jadi, jika kita langsung melogika. Budaya barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian baratkita melainkan sebuah
Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai macam cara diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnyamurni /asli dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang mengikuti ajarannya. Kebudayaan Barat tak bisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan barat yang di tulis sebagai westernculture. Westernculture diakui oleh negara belahan dunia manapun sebagai kultur yangberada di Eropa barat bukan Amerika, bukan Australia, dan bukan Negara Eropa Timur atau Selatan. Namun seiring perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya barat dan timur. Mungkin karena perbedaanras,Agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan negara, sehingga muncul istilah tersebut. Jadi, jika kita langsung melogika. Budaya barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian baratkita melainkan sebuah
istilah yang berawal dari kawasan eropa barat.
Ada 3 ciri dominan dalam budaya Barat:
Pertama adalah “penghargaan terhadap martabat manusia”. Hal ini bisa dilihat pada nilai-nilai seperti: demokrasi, institusi sosial, dan kesejahteraan ekonomi.
Kedua adalah “kebebasan”. Di Barat anak anak berbicara terbuka di depan orang dewasa, orang orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat secara bebas, tidak membedakan status sosial dsb.
ketiga adalah “penciptaan dan pemanfaatan teknologi” seperti pesawat jet, satelit, televisi, telepon, listrik, komputer dsb. orang Barat menekankan logika dan ilmu. orang Barat cenderung aktif dan analitis.
Ada 3 ciri dominan dalam budaya Barat:
Pertama adalah “penghargaan terhadap martabat manusia”. Hal ini bisa dilihat pada nilai-nilai seperti: demokrasi, institusi sosial, dan kesejahteraan ekonomi.
Kedua adalah “kebebasan”. Di Barat anak anak berbicara terbuka di depan orang dewasa, orang orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat secara bebas, tidak membedakan status sosial dsb.
ketiga adalah “penciptaan dan pemanfaatan teknologi” seperti pesawat jet, satelit, televisi, telepon, listrik, komputer dsb. orang Barat menekankan logika dan ilmu. orang Barat cenderung aktif dan analitis.
BAB III
PENUTUP
3.1 Analisis:
Dari yang sudah dijelaskan diatas bahwa dalam pertumbuhan
penduduk dapat dilakukan penghitungan agar mendapatkan hasil yang kita inginkan
begitu pula dengan faktor- faktor yang ada pada pertumbuhan penduduk. Pada
kebudayaan dan kepribadian kita mendapatkan pengertian yaitu pada kebudayaan
adalah segala sesuatu yang ada pada masyarakat di pengaruhi oleh kebudayaan
pada suatu ruang lingkup hidup masyarakat sedangakan pada pengertian
kepribadian adalah Seorang tersusun atas dasar fatalitas jasmani dan rohania,
di samping ada faktor temperamen, karakter,dan bakat fitalitas jasmani
seseorang bergantung pada konstruksi tubuhnya yang terpengaruh oleh
factor-faktor hereditas. Lalu terdapat pula kebudayaan barat yang sudah kita
ketahui yaitu kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara
pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat.
3.2
Kesimpulan:
Kesimpulan yang ada pada
penjelasan diatas adalah didapatkannya bagaimana cara menghitung jumlah
penduduk dan pengertian dari pertumbuhan penduduk, mengetahui dengan jelas apa
itu kebudayaan dan kepribadian dan kebudayaan barat yang berkembang.
Referensi:
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pada
dewasa ini individu, keluarga dan masyarakat saling berhubungan erat, terlebih
lagi dalam kehidupan sehari – hari. Pertumbuhan individu saat ini sangatlah
berkembang pesat tetapi harus ada pengaruh dari keluarga yang dapat menciptakan
individu tersebut, dan fungsi keluarga sangat berperan dalam hal ini.
Masyarakat juga tak kalah penting dalam membentuk pertumbuhan individu. Saat
ini banyak sekali pertumbuhan individu yang berdampak negative contohnya adalah
remaja yang merokok dengan usia yang rata-rata masih di bawah umur, contoh anak
remaja diatas adalah contoh dampak yang ditimbulkan karena tidak adanya peran
keluarga dan masyarakat.
1.2 Rumusan masalah
a.
Apa
pengertian dari pertumbuhan individu?
b.
dilakukan
keluarga dalam menjalankan fungsinya?
c.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan individu, keluarga, dan masyarakat?
d.
Jelaskan
hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat?
e.
Apa
yang dimaksud dengan urbanisasi?
1.3 Tujuan masalah
a.
Memberikan
penjelasan tentang pengertian pertumbuhan individu.
b.
Menjelaskan
fungsi yang dilakukan keluarga.
c.
Memberikan
pengertian tentang indivudu, keluarga, masyarakat.
d.
Memjelaskan
bagaimana hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat.
e.
Menjelaskan
pengertian dari urbanisasi.
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1
Pengertian Individu
Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut
tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan
hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia
perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa
individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam
kepribadiannya.
Individu mempunyai ciri-ciri
memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan,
interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalam dirinya. Dapat
diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan
berhubungan. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu
masyarakat yang menjadi latar individu tersebut ditandai dengan dimana individu
tersebut berusaha menempatkan perilaku pada dirinya sesuai dengan norma dan
kebudayaan lingkungan tersebut , seperti di Indonesia individunya menjunjung
tinggi perilaku sopan santun dan beretika dalam bersosialisasi. Individu selalu
berada didalam kelompok, peranan kelompok tersebut adalah untuk mematangkan
individu tersebut menjadi seorang pribadi. Dimana prosesnya tergantung terhadap
kelompok dan lingkungan dapat menjadi faktor pendukung proses juga dapat
menjadi penghambat proses menjadi suatu pribadi. Faktor pendukung dan faktor
penghambat juga dapat berdasarkan individu itu sendiri.
2.2. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai
perubahan kuantitatif pada materil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh
lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan
dari tidak ada menjadi tidak ada, dari kecil menjadi besar dari sedikit menjadi
banyak, dari sempit menjadi luas, dan lain-lain. Pertumbuhan adalah suatu
proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organisme yang disertai dengan
pertambahan ukuran, berat, serta tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat
kembali pada keadaan semula). Pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif, dimana
suatu organisme yang dulunya kecil menjadi lebih besar seiring dengan
pertambahan waktu. Perkembangan adalah suatu proses differensiasi,
organogenesis dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lebih lengkap
dan dewasa. Perkembangan lebih bersifat kualitatif, dimana suatu organism yang
sebelumnya masih belum matang dalam sistem reproduksinya (dewasa), menjadi
lebih dewasa dan matang dalam sistem reproduksinya sehingga dapat melakukan
perkembangbiakan.
2.3 Jelaskan
Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh
keluarga itu.
Ada beberapa fungsi yang dapat
dijalankan keluarga, sebagai berikut :
1.
Fungsi biologis
A.
Untuk meneruskan keturunan.
B.
Memelihara dan membesarkan anak.
C.
Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
D.
Memelihara dan merawat anggota keluarga.
2. Fungsi Psikologis
A.
Memberikan kasih sayang dan
rasa aman.
B.
Memberikan perhatian diantara
anggota keluarga.
C.
Membina pendewasaan kepribadian
anggota keluarga.
D.
Memberikan Identitas anggota
keluarga.
3. Fungsi Sosialisasi
A.
Membina sosialisasi pada
anak.
B.
Membentuk norma-norma perilaku
sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
C.
Meneruskan nilai-nilai budaya
keluarga.
4. Fungsi Ekonomi
A.
Mencari sumber-sumber
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
B.
Pengaturan penggunaan
penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
C.
Menabung untuk memenuhi
kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan
anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
5. Fungsi Pendidikan
A.
Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan,
keterampilan dan membentuk perilaku anak sesuai bakat dan minat yang
dimilikinya.
B.
Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa
yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
C.
Mendidik
anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi keluarga,
sebagai berikut :
i.
Fungsi Pendidikan : Dalam hal
ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk
mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
ii.
Fungsi Sosialisasi anak : Tugas
keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan
anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
iii.
Fungsi Perlindungan: Tugas
keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak
baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
iv.
Fungsi Perasaan : Tugas
keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan
dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi
antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam
menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
v.
Fungsi Religius : Tugas
keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan
anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga
untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah dunia ini.
6. Fungsi Ekonomis
Tugas kepala
keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam
memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk
mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi
Rekreatif
Tugas
keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi,
tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam
keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama,
bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8. Fungsi
Biologis
Tugas
keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai
generasi penerus.
2.4 Pengertian dari individu,
keluarga,dan masyarakat
Individu adalah bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat
dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga
terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial
tersebut yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan lebih kecil.
Keluarga
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana diman seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadiseorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada.
Keluarga
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana diman seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadiseorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada.
Masyarakat
Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut. Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Karena disini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut. Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Karena disini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
2.5 Hubungan Individu, Keluarga & Masyarakat
Aspek
individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa
dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak
ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai
manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media dimana
individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuh kembangkan
perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu
tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai
lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam
pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi
seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga
dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu
masyarakat tersebut.
2.6 Urbanisasi
Urbanisasi
adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang
cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa
dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial
kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung
dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak
hukum, perumahan, penyediaan panganan lain sebagainya tentu asalah suatu
masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 ANALISIS
Dari
penjelasan diatas telah diketahuilah pengertian dari pertumbuhan individu yaitu
Individu berasal dari kata yunani yang artinya “tidak
terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan
dan jiwa yang majemuk dan pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya jumlah
sel tubuh suatu organisme yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta
tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada keadaan semula).
Didapatkan pula pengertian dari fungsi
keluarga yaitu suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh
keluarga itu, hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat yaitu aspek individu, keluarga, masyarakat adalah
aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada
keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu, dan pengertian dari Urbanisasi
adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
3.2 KESIMPULAN
Kesimpulan
yang dapat kita ambil adalah bahwa pada dasarnya keluarga dan masyarakat
sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan individu yang dapat menumbuhkan karakter
dari setiap manusia.
3.3 REFERENSI
http://aurisophanz.blogspot.co.id/2014/10/individu-keluarga-dan-masyarakat.html
Komentar
Posting Komentar